Jumat, 23 Oktober 2015 - 09:28:14 WIB
BUI NALAR
Diposting oleh : Admin FLIPMASBADUI
Kategori: FlipMAS - Dibaca: 44626 kali

Sederhana betul kedua kata-kata ini. Bui dan Nalar. Bui kita semua tahu adalah sel invividual berkisi yang dingin dan pengap dari sebuah penjara. Nalar adalah bagian dari pikiran yang bertugas untuk mengkonstruksikan persepsi imajiner menjadi kata, kalimat ataukah benda. Lalu apa maksudnya kedua kata itu? Kalau ditulis begini, BU I NALAR maka dia bisa berarti ibunya orang Bali yang bernama Nalar. Jika ditulis BUI NALAR maka itu berarti bahwa nalar yang sejatinya bebas merdeka, terpasung karena berbagai sebab.

Pentingkah nalar? Bagaimana perasaan seseorang kalau disindir seperti ini? Di mana sih nalarmu? hehehe. Di dalam pikiran manusia itu ada tiga ruang utama, yaitu: (1) imajinasi, (2) persepsi dan (3) nalar. Seluruh proses berpikir manusia selalu bermula dari imajinasi berlanjut ke persepsi kemudian bermuara di ruang nalar. Ketiganya bertautan erat. Jika ketiganya tidak serasi dan bergerak pada kecepatan abnormal maka muncullah istilah asbun (asal bunyi), telmi (telat mikir), atau bahkan jenius (kecepatan berpikir melebihi kecepatan bicaranya) yang membuat orang lain tidak pernah mengerti maksud ucapannya hehehe.

Ruang imajinasi dimanfaatkan manusia untuk mengenali warna, bunyi, bentuk, dimensi, rasa dan lain-lain sifat eksistensi ciptaan Allah SWT di semesta ini melalui panca inderanya. Sebab itu, manusia yang penuh minat mempelajari semesta, berpeluang menyimpan luar biasa banyak sifat semesta dalam memorinya. Proses pengenalan tadi berlanjut dengan proses pemahaman berwujud konstruksi imajiner dalam ruang persepsi. Sebab itu, perbedaan persepsi seringkali menyebabkan manusia merasa tidak nyaman dengan sekelilingnya atau bahkan memicu terjadinya pertengkaran. Oleh karena, perbedaan persepsi baru terdeteksi setelah dikonstruksikan baik melalui kata-kata, kalimat ataupun benda dalam ruang nalar. Dengan demikian, orang pintar terkenal akan kekayaan memorinya tentang sifat semesta, kemampuannya mentransformasi pengenalan sifat semesta menjadi sesuatu yang berdimensi dalam wujud niskala atau imajiner dan mengkonstruksikannya dalam wujud fakta lisan, tulisan ataupun sebuah konstruksi.

Manusia manapun dianugerahi Allah SWT dua kekuatan yang spektakuler di dalam dirinya, yaitu: (1) nalar (kultur) dan (2) naluri (natur). Kedua kekuatan itu menjadi basis survival dan peningkatan level kenyamanan hidup manusia. Masalahnya adalah bahwa manusia lebih menyukai naluri dalam menjalani kehidupan karena kemunculannya cukup dengan karsa dan energi yang dimiliki. Hasilnya bersifat spontan, reflektif namun tidak dapat dijelaskan. Setelah berulang bertemu tantangan sejenis dan mampu mengatasinya, pikiran baru terdorong membentuk sebuah pengetahuan empiris. Siklus kehidupan semacam ini secara perlahan membentuk suatu tradisi dan masyarakat tradisional. Manusia dalam lingkungan tradisi hanya berupaya untuk menjalani hidup apa adanya, tidak memahami bahwa sebagai khalifah di atas bumi, mereka wajib mensyukuri semua anugerah Allah SWT. Artinya wajib memanfaatkan nalar dan nalurinya secara maksimal. Masyarakat tradisional lebih mensyukuri naluri dibandingkan nalar. Menyukai mewarnai kehidupannya dengan mitos dan mistik. Jauh dari fakta dan lojik. Mereka punya tradisi yang membentuk pengetahuan empiris tetapi tidak membangun kekuatan nalarnya, meski tidak mampu menjelaskan pengetahuan yang dipunyai. Sebab itu, masyarakat tradisional enggan mengikuti kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka sudah punya bukti nyata akan keampuhan tradisi. Di luar itu, mereka belum punya bukti.

Apa yang terjadi dengan nalar dan naluri bangsa ini? Terjajah 350 tahun mengubah banyak kekuatan kedua anugerah itu. Kolonial Belanda tahu persis akan kekuatan nalar dan paham betul kesukaan bangsa Indonesia akan nalurinya. Sebab itu, sejak jaman kolonial Belanda sampai detik ini, bangsa Indonesia bebas merdeka menggunakan nalurinya, tetapi nalarnya dibui. Siapa pelakunya? Coba kelilingi bumi pertiwi dan jumpai masyarakat di titik manapun dan minta mereka menjelaskan tradisi yang menghidupinya. Jawabannya pasti identik: begitulah saya diajarkan bapak-kakek dan nenek moyang! Moyang yang mana? Sebab moyang kita yang berasal dari pribumi dengan keyakinan animismenya dan India yang beragama Hindu serta menyebar di seantero Jawa-Sumatera dan Bali adalah manusia-manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi hebat. Peradaban bangsa Indonesia pada masa itu begitu menggentarkan jagat manusia sekitarnya. Candi Borobudur-Kalasan-Prambanan sampai ke Pura Besakih-Kentel Bumi di Tusan Bali menjadi bukti tak terbantahkan. Bagaimana mungkin generasi yang sangat waskita berperadaban tinggi menitiskan generasi yang jeri pada ilmu matematika-kimia-fisika?

Berjumpa dengan masyarakat yang tidak pernah memperoleh pendidikan formal sudah memvonis dirinya sendiri sebagai manusia yang tidak pantas menjadi pintar. Hanya karena merasa nalarnya berpendar pada titik yang sama sepanjang hayatnya. Ini ciri manusia tradisional. Ini akibat penjajahan berjangka panjang dan terlalu panjang bagi bangsa besar seperti Indonesia. Di semua titik, baik perdesaan maupun perkotaan nalar manusianya terpasung. Di dunia pendidikanpun nalar masyarakatnya tidak sepenuhnya bebas merdeka. Jadi berpendidikan ataupun tidak, nalar manusia Indonesia, terpasung. Di bui dirinya sendiri. Di bui dunianya. Oleh karena itu, FLipMAS Indonesia mengibarkan misi MENYALAKAN NALAR BANGSA. Semua PROdikMAS wajib meluaskan dan memperkokoh ketiga ruang dalam pikirannya melalui intensitas dan aktivitas lapangannya bersama masyarakat. Di kala itulah, PROdikMAS memantikkan api kehidupan di pikiran masyarakat Indonesia, guna menyalakan nalar bangsa. Membuka jeruji bui pikiran bangsanya menyejajarkannya dengan kekuatan dahsyat naluri yang telah terbentuk. Jika sudah demikian adanya, wajah Ken Arok-Raden Wijaya-Adityawarman-Siliwangi-Hayam Wuruk-Gajahmada-Sri Kesari Warmadewa pasti berubah berseri-seri di alam sana.




1995 Komentar :

Apotek Herbal
02 Desember 2015 - 08:47:40 WIB

Makasih banyak gan untuk informasinya. desain dan isi artikelnya bagus, mudah difahami
Sukses terus untuk semuanya don't forget visit | http://apotekherbal.web.id/
krogerfeedback.com
05 Desember 2015 - 00:19:42 WIB

I visited several sites except the audio feature for audio
songs current at this web site is truly fabulous.
www.krogerfeedback.com
06 Desember 2015 - 16:17:43 WIB

Undeniably believe that which you stated. Your favorite justification appeared to be on the web the
easiest thing to be aware of. I say to you, I certainly get irked while people consider worries
that they just do not know about. You managed to hit the nail upon the top and defined out the whole thing without having side effect , people can take a
signal. Will probably be back to get more. Thanks
www.krogerfeedback.com
08 Desember 2015 - 00:43:47 WIB

Good answer back in return of this issue with firm
arguments and explaining the whole thing about that.
Nue-Vitality
08 Desember 2015 - 20:22:45 WIB

Pretty! This has been a really wonderful article. Thanks for providing this information.
Leonida
09 Desember 2015 - 01:37:40 WIB

Appreciate the recommendation. Let me try it out.
supplements
09 Desember 2015 - 03:07:34 WIB

Appreciate the recommendation. Will try it out.
Erase Repair
09 Desember 2015 - 08:35:41 WIB

I read this piece of writing fully concerning the difference of most up-to-date and
previous technologies, it's amazing article.
kroger feedback survey
10 Desember 2015 - 07:04:20 WIB

Hello, all the time i used to check blog posts here early in the daylight, because i enjoy
to gain knowledge of more and more.
Blair
11 Desember 2015 - 09:25:08 WIB

As a new client, you acquire a totally free spiritual reading (3 moments complimentary)
when you register for the very first time.
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ... | 200 | Next > | Last >>