Jumat, 23 Oktober 2015 - 09:28:14 WIB
BUI NALAR
Diposting oleh : Admin FLIPMASBADUI
Kategori: FlipMAS - Dibaca: 44568 kali

Sederhana betul kedua kata-kata ini. Bui dan Nalar. Bui kita semua tahu adalah sel invividual berkisi yang dingin dan pengap dari sebuah penjara. Nalar adalah bagian dari pikiran yang bertugas untuk mengkonstruksikan persepsi imajiner menjadi kata, kalimat ataukah benda. Lalu apa maksudnya kedua kata itu? Kalau ditulis begini, BU I NALAR maka dia bisa berarti ibunya orang Bali yang bernama Nalar. Jika ditulis BUI NALAR maka itu berarti bahwa nalar yang sejatinya bebas merdeka, terpasung karena berbagai sebab.

Pentingkah nalar? Bagaimana perasaan seseorang kalau disindir seperti ini? Di mana sih nalarmu? hehehe. Di dalam pikiran manusia itu ada tiga ruang utama, yaitu: (1) imajinasi, (2) persepsi dan (3) nalar. Seluruh proses berpikir manusia selalu bermula dari imajinasi berlanjut ke persepsi kemudian bermuara di ruang nalar. Ketiganya bertautan erat. Jika ketiganya tidak serasi dan bergerak pada kecepatan abnormal maka muncullah istilah asbun (asal bunyi), telmi (telat mikir), atau bahkan jenius (kecepatan berpikir melebihi kecepatan bicaranya) yang membuat orang lain tidak pernah mengerti maksud ucapannya hehehe.

Ruang imajinasi dimanfaatkan manusia untuk mengenali warna, bunyi, bentuk, dimensi, rasa dan lain-lain sifat eksistensi ciptaan Allah SWT di semesta ini melalui panca inderanya. Sebab itu, manusia yang penuh minat mempelajari semesta, berpeluang menyimpan luar biasa banyak sifat semesta dalam memorinya. Proses pengenalan tadi berlanjut dengan proses pemahaman berwujud konstruksi imajiner dalam ruang persepsi. Sebab itu, perbedaan persepsi seringkali menyebabkan manusia merasa tidak nyaman dengan sekelilingnya atau bahkan memicu terjadinya pertengkaran. Oleh karena, perbedaan persepsi baru terdeteksi setelah dikonstruksikan baik melalui kata-kata, kalimat ataupun benda dalam ruang nalar. Dengan demikian, orang pintar terkenal akan kekayaan memorinya tentang sifat semesta, kemampuannya mentransformasi pengenalan sifat semesta menjadi sesuatu yang berdimensi dalam wujud niskala atau imajiner dan mengkonstruksikannya dalam wujud fakta lisan, tulisan ataupun sebuah konstruksi.

Manusia manapun dianugerahi Allah SWT dua kekuatan yang spektakuler di dalam dirinya, yaitu: (1) nalar (kultur) dan (2) naluri (natur). Kedua kekuatan itu menjadi basis survival dan peningkatan level kenyamanan hidup manusia. Masalahnya adalah bahwa manusia lebih menyukai naluri dalam menjalani kehidupan karena kemunculannya cukup dengan karsa dan energi yang dimiliki. Hasilnya bersifat spontan, reflektif namun tidak dapat dijelaskan. Setelah berulang bertemu tantangan sejenis dan mampu mengatasinya, pikiran baru terdorong membentuk sebuah pengetahuan empiris. Siklus kehidupan semacam ini secara perlahan membentuk suatu tradisi dan masyarakat tradisional. Manusia dalam lingkungan tradisi hanya berupaya untuk menjalani hidup apa adanya, tidak memahami bahwa sebagai khalifah di atas bumi, mereka wajib mensyukuri semua anugerah Allah SWT. Artinya wajib memanfaatkan nalar dan nalurinya secara maksimal. Masyarakat tradisional lebih mensyukuri naluri dibandingkan nalar. Menyukai mewarnai kehidupannya dengan mitos dan mistik. Jauh dari fakta dan lojik. Mereka punya tradisi yang membentuk pengetahuan empiris tetapi tidak membangun kekuatan nalarnya, meski tidak mampu menjelaskan pengetahuan yang dipunyai. Sebab itu, masyarakat tradisional enggan mengikuti kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka sudah punya bukti nyata akan keampuhan tradisi. Di luar itu, mereka belum punya bukti.

Apa yang terjadi dengan nalar dan naluri bangsa ini? Terjajah 350 tahun mengubah banyak kekuatan kedua anugerah itu. Kolonial Belanda tahu persis akan kekuatan nalar dan paham betul kesukaan bangsa Indonesia akan nalurinya. Sebab itu, sejak jaman kolonial Belanda sampai detik ini, bangsa Indonesia bebas merdeka menggunakan nalurinya, tetapi nalarnya dibui. Siapa pelakunya? Coba kelilingi bumi pertiwi dan jumpai masyarakat di titik manapun dan minta mereka menjelaskan tradisi yang menghidupinya. Jawabannya pasti identik: begitulah saya diajarkan bapak-kakek dan nenek moyang! Moyang yang mana? Sebab moyang kita yang berasal dari pribumi dengan keyakinan animismenya dan India yang beragama Hindu serta menyebar di seantero Jawa-Sumatera dan Bali adalah manusia-manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi hebat. Peradaban bangsa Indonesia pada masa itu begitu menggentarkan jagat manusia sekitarnya. Candi Borobudur-Kalasan-Prambanan sampai ke Pura Besakih-Kentel Bumi di Tusan Bali menjadi bukti tak terbantahkan. Bagaimana mungkin generasi yang sangat waskita berperadaban tinggi menitiskan generasi yang jeri pada ilmu matematika-kimia-fisika?

Berjumpa dengan masyarakat yang tidak pernah memperoleh pendidikan formal sudah memvonis dirinya sendiri sebagai manusia yang tidak pantas menjadi pintar. Hanya karena merasa nalarnya berpendar pada titik yang sama sepanjang hayatnya. Ini ciri manusia tradisional. Ini akibat penjajahan berjangka panjang dan terlalu panjang bagi bangsa besar seperti Indonesia. Di semua titik, baik perdesaan maupun perkotaan nalar manusianya terpasung. Di dunia pendidikanpun nalar masyarakatnya tidak sepenuhnya bebas merdeka. Jadi berpendidikan ataupun tidak, nalar manusia Indonesia, terpasung. Di bui dirinya sendiri. Di bui dunianya. Oleh karena itu, FLipMAS Indonesia mengibarkan misi MENYALAKAN NALAR BANGSA. Semua PROdikMAS wajib meluaskan dan memperkokoh ketiga ruang dalam pikirannya melalui intensitas dan aktivitas lapangannya bersama masyarakat. Di kala itulah, PROdikMAS memantikkan api kehidupan di pikiran masyarakat Indonesia, guna menyalakan nalar bangsa. Membuka jeruji bui pikiran bangsanya menyejajarkannya dengan kekuatan dahsyat naluri yang telah terbentuk. Jika sudah demikian adanya, wajah Ken Arok-Raden Wijaya-Adityawarman-Siliwangi-Hayam Wuruk-Gajahmada-Sri Kesari Warmadewa pasti berubah berseri-seri di alam sana.




1995 Komentar :

performance cylinder heads
16 Desember 2015 - 08:08:24 WIB

Superb blog! Do you have any hints for aspiring writers?
I'm hoping to start my own blog soon but I'm a little lost on everything.
Would you advise starting with a free platform like Wordpress
or go for a paid option? There are so many options out there that I'm totally confused ..
Any suggestions? Many thanks!
ggullzam.com
16 Desember 2015 - 09:45:30 WIB

Everything iss very open with a really cclear description oof the challenges.
It was definitely informative. Your site is
very useful. Thank you for sharing!
xbox isnt letting me buy gold
16 Desember 2015 - 09:47:50 WIB

You are so awesome! I don't believe I've truly read through something likle this before.

So nice to find someeone with a few original thoughts on this subject matter.
Really.. thank you for starting this up.This website is something that is needed on the web, someone with some originality.
Augustus
16 Desember 2015 - 10:16:14 WIB

Heya i am for the first time here. I came across this board and I find It truly useful & it helped me outt
a lot. I hope to give something back and
aid others like you helped me.
travellerroad.com
16 Desember 2015 - 10:39:58 WIB

Incredible points. Sound arguments. Keep up the great effort.
melanin
16 Desember 2015 - 11:32:12 WIB

Hi there to all, how is everything, I think every one is getting more
from this website, and your views are pleasant in favor of new people.
loans for bad credit no guarantor
16 Desember 2015 - 11:43:15 WIB

This is a very good tip especally to those new to the blogosphere.
Simple but very precise info… Appreciate your sharing this one.
A must read post!
www.teamplayerz.de
16 Desember 2015 - 12:14:39 WIB

Thanks designed for sharing such a fastidious opinion, paragraph
is pleasant, thats whhy i have read iit entirely
engine shortblocks
16 Desember 2015 - 12:48:23 WIB

Hey I am so glad I found your site, I really found you
by accident, while Iwas researching on Yahoo for something else, Regardless I amm here now and would
just like to say many thanks for a incredible post and a all round thrilling blog (I also love the theme/design), I don’t have
time to browse it all at the minute but I have bookmarked it
and also aded your RSS feeds, so when I have time I will bee back to read a lot more, Please do keep up the
great jo.
car engines for sale
16 Desember 2015 - 12:51:07 WIB

I every time spent my half ann hour to read this web site's articles or reviews every day
along with a cup of coffee.
<< First | < Prev | ... 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | ... | 200 | Next > | Last >>